My Thoughts: Blood of Olympus


Udah bisa nebak kan aku mau ngapain?
Iya, curhat. Apalagi =,=
Karena nggak ada yang bisa dijadiin tempat curhat, jadilah deh aku nulis di sini.
Kemaren, tanggal 5/1/16 aku fix baru nyelesein habis baca seluruh novel seri Heroes of Olympus karangan Rick Riordan. Buku kelimanya yang judulnya Blood of Olympus sukses bikin aku rawrrrrgrrrrhmmpphhhpftttt. Tau kan, maksudku?
Nyesek abis.
Kenapa?
Oke, jadi gini loh. Aku kan mulai ngikutin karya-karya Om Rick setelah aku habis nonton filmnya yang judulnya Percy Jackson: The Lightning of Thief. Waktu itu tayang perdana di RCTI. Karena ngeliat di iklannya ada cowok ganteng--Logan Lerman-- biasa deh paling nggak bisa liat cowok ganteng sedikit.
Maka udah deh aku nonton film itu. Sampe begadang jam 11an. Sialnya tiba-tiba listrik mati. Byarpet! Film belum selesai dan ngomel-ngomellah aku. Sori, aku cerita dari awal banget. Soalnya rasanya itu loh: rawrrrgrrrhmppphpfttt bgt.
Udah singkat cerita, tayang lagi nih filmnya. Buat sekali ini aku beruntung karena bisa nyelesein habis film itu dan yang terjadi setelahnya aku jadi menggebu-gebu banget sama serial Percy ini.
Keren! Yang main juga ganteng. Harus ngikutin! kira-kira gitulah komentarku dulu sehabis nonton.
Eh eh ternyata setelah gugling dan discuss sama temen, aku jadi tau kalo serial Percy itu nggak diterusin sampe habis. Maksudnya filmnya cuman sampe di bagian: Sea of Monster. Termasuk yang The Lightning of Thief cuman dua yang dibikin film. Sedangkan novelnya ada lima.
Hpfttt, kira-kira gitu lagi yang aku rasain waktu itu.
Nah, sial ternyata nggak terjadi terus-terusan. Salah satu temenku, yang juga keranjingan Percy mutusin buat beli novelnya. Buku tiga, empat, sampe buku lima.
Beruntung banget, jadinya aku bisa minjem dan tau gimana kelanjutan seri Percy Jackson ini.
Nah, itu baru story awal aku kenal Percy loh. Yang mau aku curhatin adalah kesanku sehabis baca seluruh novel lanjutan dari seri Percy ini.
Yap, bener! Seri Heroes of Olympus. [Ada spoiler dikit]
Oke, jadi waktu itu kira-kira pas sehabis ujian semester genap di kelas sepuluh aku jalan deh ke gramedia. Biasa tempat favorit kalo lagi di mall. Keliling-keliling. Ngubek-ngubek rak novel indonesia, lanjut ke rak novel terjemahan, ke rak tempat komik-komik di pajang, balik lagi ke rak terjemahan. Gitu terus hahaha. Baca-baca dikit, ditaro lagi, diambil lagi. Udah nggak ada habisnya.
Nah, entah apakah Tuhan memang menakdirkanku buat ketemu Leo wkwk mataku terpancang pada tumpukan novel tebal yang covernya berwarna agak gelap. Tertarik, kuambillah satu. Waktu itu yang pertama aku temuin bukan The Lost Hero tapi Son of Neptune. Udah baca dikit deh sinopsisnya.
Baca, baca, baca. Ups, ada Percy ternyata!
Udah deh mulai belingsatan kayak orang gila. Ini buku keberapa? Yang pertama mana? Mana?
Hpfttt.
Akhirnya setelah nyari-nyari ketemulah buku pertamanya: The Lost Hero. Covernya ijo. Ada tiga anak--dua laki-laki satu perempuan-- lagi naik naga. Tambah deh aku semangat.
Aku baca sinopsisnya tapi nggak nemuin nama Percy. Yang ada malah Jason, Leo, Piper.
Waktu itu aku mikir: ni novel masih cerita tentang Percy nggak, ya?
Aku agak ragu. Tapi sekali lagi entahlah mungkin emang takdirnya buat nemuin Leo wkwk aku mutusin buat beli novel itu. Aku langsung beli dua wkwk sama Son of Neptune.
Udah deh dibawa pulang terus dibaca.
Dan yang terjadi setelahnya aku nggak nyesel. "
Gila! Beuh, Leo keren banget! Aku langsung jatuh cinta sama Leo WKWK.
Mulai dari situ aku nabung deh buat beli seri lanjutannya. Buku pertama, kedua, ketiga. Semuanya awesome! Om Rick emang keren! Pake BGT.
Buku keempat lebih parah lagi. Judulnya House of Hades.
Di sana Leo keren gila apalagi setelah dia terdampar di tempat Calypso!
WKWK. Mulai masuk nih ke bagian krusial hehe.
Aku sukaaaaa banget pas Leo ketemu Calypso. OMG OMG. Mereka berdua cocok banget. Pas di awal kesannya kayak ketus-ketus tapi di akhir.. wkwk. aku speechless. Apalagi setelah Leo bilang kalo dia nggak bakal ngeluarin janji setengah-setengah buat ngeluarin Calypso dari pulau itu. Beuh!
Di novel keempat aku juga mulai naksir Nico. Ya ampun cowok itu manis banget! Aku nggak pernah nyangka kalo selama ini Nico naksir Percy!
Yap, aku kaget, surprise, shock sekaligus dibuatnya.
Tapi itu nggak bikin kadar sukaku ke Nico hilang. Cowok itu mengesankan. Gimana ya, bilangnya?
Kalo Leo bikin aku jatuh cinta gara-gara gayanya yang humoris dan GPPH-nya, Nico lebih ke sikap protektifnya yang dia tunjukin ke Hazel, gayanya yang pendiam tapi menggetarkan kalo ngomong, tindak-tanduknya yang menurutku manis banget. Mereka berdua, beuh! I can't say a word. Di sepanjang aku baca, aku nggak berhenti deg-degan. Lebay? Menurutku enggak :p
Dan habis itu aku mulai nggak sabar buat baca buku kelimanya.
Jadi pas libur tadi aku mutusin buat ke gramedia sekali lagi dan beli bukunya.
Di awal-awal baca ceritanya udah seru aja. Apalagi di bagian Leo. WKWK.
Leo sibuk dengan urusan mekaniknya di awal-awal cerita. Aku nyoba nebak-nebak kira-kira dia lagi ngegarap apa.  Sepanjang aku baca secara nggak sadar aku mulai berekspektasi sendiri.
Hah. Itulah yang terjadi kalo aku terlalu excited.
Di tengah-tengah juga ada Nico yang lagi sibuk sama timnya buat menuntaskan misi ngembaliin Athena Parthenos ke Perkemahan Blasteran. WKWK. Sebenarnya aku udah bersyukur ada POV Reyna.
Kan Reyna, Nico, sama Hedge setim tuh. Nah aku bisa ngikutin perkembangan Nico. Tapi ternyata di buku itu ada bagian buat Nico juga. Udah deh tambah bersyukur wkwk.
Aku hanyut dalam bacaan nan tebal tapi nggak menjemukan itu. Kadang ketawa, kadang deg-degan, kadang nyoba-nyoba nganalisis, pokoknya banyak deh.
Di situ juga diceritain kisah Leo yang merana abis gara-gara mikirin Calypso. Mikirin cara benerin astrolab dan kristal buat sampe ke Pulau Ogygia tempat Calypso berada. Gila penggambarannya menyentuh abis. Leo yang berusaha setengah mati buat nyapai tujuannya. Apalagi di bagian dia ketemu Apollo dengan nawarin Valdezinator :'
Jadi makin tambah cinta sama dua cowok itu kan hpftt.
Singkat cerita masuk ke bagian perang nih. Yuhuu, di tengah-tengah ngelawan para raksasa, ketujuh demigod juga harus menghentikan upaya Gaea buat bangun. Belum lagi rencana Octavian sinting yang mau nyerang Perkemahan Blasteran. Gila, klimaks nih.
Tapi untungnya para dewa ngebantu para demigod. Mulai dari Zeus, Hera, Ares, Aphrodite, Hephaestus, Athena, Poseidon, Artemis dan Apollo semuanya terjun ke medan pertempuran buat ngelawan raksasa.
Gila tegang cuy!
Di Perkemahan Blasteran perang hampir pecah. Untung Reyna berhasil ngembaliin Athena Parthenos tepat waktu. Kedua kubu akhirnya bersatu dan saat itulah bangun Gaea. WKWK.
Nah nah, saat perang ngelawan Gaea ini yang menurutku antiklimaks. Gimana, ya? Aku berharap perangnya agak lama, nggak lama-lama banget sih tapi yah minimal para demigod dibuat kesusahan dulu karenanya. Setelah para demigod terjungkal di sana-sini, tenaga mereka udah terkuras banyak, Gaea kira-kira bakal memperlihatkan kemenangan, udah ngeluarin kekuatannya yang super, baru perang boleh berakhir. Ini setidaknya yang kuharapkan. Para demigod serta merta sadar kalo mereka kalah dunia bakal hancur. Lalu entah dari mana mereka mendapat kekuatan baru suntikan semangat buat ngalahin Gaea. Keadaan berbalik. Para demigod melawan, mengerahkan kekuatan mereka semaksimal mungkin buat menumbangkan Gaea. Gaea memperlihatkan tanda-tanda kekalahan, tapi perang tetap berjalan. Sehabis serangan bertubi-tubi barulah Gaea tumbang. Perang pun berakhir dengan kemenangan berada di pihak demigod. Seenggaknya itulah gambaranku tentang the final battle ini.
Yah walaupun Leo yang menumbangkan Gaea. Itu udah sewajarnya menurutku. Karena Gaea udah membunuh ibu Leo maka yang harus menghabisi Gaea juga harus Leo bukan Jason.
Perang berakhir di novelnya. Leo menghabisi Gaea bersama Festus, setelah meledakkan Gaea, Leo pun menghilang.
INI NYESEK BANGET,
Di saat teman-teman setimnya--Argo II-- memenangi perang--yang karena bantuan Leo-- Leo ngilang. Walaupun semua orang sedih karena kehilangan Leo aku yang paling nyesek dibuatnya. Itu nggak cukup. Sedih aja nggak cukup. Mereka seharusnya.. ah. Udahlah. Ini nih yang mau aku keluhin. Ekspektasiku yang tadi.
Mestinya happy ending. Semua kru Argo II berkumpul, para pekemah Blasteran dan Romawi berbaur, saling menikmati makan malam di bawah cahaya bintang. Mereka ngobrol-ngobrol seru, saling bercanda seakan perang nggak pernah terjadi. Semua orang senang melihat orang yang mereka sayang masih hidup dan ada di sisi mereka. Itulah ekspektasiku. Pfttt. Intinya yang aku harapin setelah mereka menang perang cuman satu: Mereka semua ngumpul!
Ini Leo ngilang. Hadeh.
Aku tau Leo ngilang pasti buat nepatin janjinya ke Calypso. Tapi ya tetep aja.
Mereka kayak misah ke jalur sendiri-sendiri.
Percy dan Annabeth bahagia karena mereka dapat menghabiskan waktu bersama di Perkemahan Jupiter.
Nico, sehabis jujur ke Percy tentang perasaannya cepet-cepet berlalu dan menghampiri Will Solace, si anak Apollo.
Hazel, Frank, Reyna, dan para pekemah Romawi kembali ke perkemahan mereka.
Jason dan Piper duduk di atap semula mereka ketawa-ketawa tapi setelah itu mereka menghabiskan waktu buat mengenang Leo.
Apa ya? Kesannya kayak yang lain udah lupa aja gitu sama Leo. Itu menggangguku. Banget.
Di sisi lain Leo berpusar-pusar di angkasa bersama Festus. Setelah memastikan keadaan mereka turun dan sampai di Ogygia.
Leo ketemu Calypso, mengajaknya buat meninggalkan pulau itu, disambut senang hati oleh Calypso, mereka berdua pergi menaiki Festus entah kemana dan tamat.
IYA TAMAT.
NYESEK BANGET. BANGET. BANGET.
Oh well, kalian boleh ngatain aku berlebihan, lebay, drama abis dan sebagainya.
Tapi aku udah nunggu novel ini dari kelas sepuluh dan baru selesai kelas dua belas. Penantianku lama. Dan ekspektasiku walau yang sekecil pun nggak ada.
Rawrrrrgrrrrhmpphhhpfttt. Aku mau di akhir Leo kumpul sama kru Argo II. Aku mau mereka ngumpul bahagia. Nggak misah-misah kayak gini.
Aku seneng Leo nemuin tambatan hatinya. Mereka cocok kok. Tapi aku nggak seneng kalo di akhir mereka nggak ketemu. Seharusnya Calypso dibawa ke Perkemahan Blasteran dikenalin ke semua staf dan diajak tinggal di sana kalo boleh. Hah! Aku frustasi.
Rateku 9/10.
Udah deh aku lumayan lega setelah menuangkannya ke sini.
Sekali lagi yang di atas itu harapan dan opini-opini aku. Jadi ya terserah aku.
Karena udah maghrib jadi sayonara deh!

Comments

Popular posts from this blog

BL RECOMMENDATION~

Di jam 4